{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK82130","kode_penerbit":"972","kode_penulis":"52337","kode_supplier":"299","tipe_konten":"ebook","judul":"Komik Media yang Terus Bergerak","sinopsis":"Komik Tintin lebih familiar di telinga kita dibanding penciptanya, Georges Prosper Remi yang memiliki nama pena Herg\u00e9. Di Indonesia, komik Tintin populer sejak terbit pada tahun 1975 melalui penerbit Indira. Tintin sangat berpengaruh pada tahun 1980?1990-an, saat komik-komik masih didistribusikan, selain di toko buku, melalui kios-kios penyewaan buku atau taman bacaan.\r\n\r\n\r\nDalam salah satu tulisannya, Beng Rahadian mengambil satu sisi lain dari kepopuleran Tintin, yaitu pengaruh gaya menggambar?yang kemudian ia sebut sebagai jejak Herg\u00e9 ?kepada komikus Indonesia. Meski tak banyak, kata Beng, penting sebagai catatan bahwa gaya Herge secara global telah memengaruhi komikus Indonesia yang masih bertahan hingga kini.\r\n\r\nLalu, indikator apa saja yang digunakan untuk mengenali gaya Herg\u00e9? Siapa saja komikus yang sadar maupun tidak sadar terpengaruh? Dan apakah jejak Herg\u00e9 hanya dalam komik?\r\n\r\n\r\nJejak Herg\u00e9 dalam buku ini juga beriringan dengan ulasan mengenai perkembangan media komik dan komunitas yang menghidupinya, komik sebagai media berekspresi, dan hubungan negara melalui komik.","penulis":"Bambang Tri Rahadian","penerbit":"Jejak Pustaka","isbn":"978-623-97169-7-4","eisbn":"978-623-97169-8-1","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/7f203fae0ba76d0edffb611c68b20fa2.webp","harga_dasar":"65000","formatted_harga_dasar":"65,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"65000","formatted_harga_akhir":"65,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-18 14:18:54","rating":"0"},"cache":"write"}