{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK80978","kode_penerbit":"964","kode_penulis":"48508","kode_supplier":"294","tipe_konten":"ebook","judul":"Bertandang ke Galeri","sinopsis":"Ada tiga perkara utama yang mendorong Wahyudin bertandang ke galeri seni rupa\u2014yaitu mengampu, menonton, dan menulis. Ketiganya saling terkait satu sama lainnya seperti gerbong kereta api yang tak akan bergerak tanpa dihela lokomotif. \r\nLokomotif dari ketiga perkara utama itu bukan mengampu, bukan pula menulis\u2014melainkan menonton. Tanpa menonton ia tak akan bisa mengampu dan menulis atau mengulas pameran seni rupa. Jadi, menonton itu penting, bahkan wajib, bagi Pemenang Sayembara Kritik Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta 2005 ini.  \r\nDengan begitu, sebagai kurator dan penulis, ia beroleh privilese ke dan di studio perupa: melihat dari dekat proses penciptaan karya yang akan dipamerkan si perupa untuk sebuah galeri entah di mana. Sementara itu, sebagai pemirsa yang cergas, ia bukan hanya berkesempatan mewacanakan pameran seni rupa yang ditontonnya di media massa daring atau luring, melainkan juga mengoleksi karya seni rupa sebagai cerita dan makna\u2014bukan sebagai benda artistik semata, apalagi sekadar barang investasi. \r\nItu sebabnya, Bertandang ke Galeri selalu menyenangkan hati, kalau bukan menantang pikiran dan mengundang permenungan, penulis buku Bergerak dari Pinggir (2018) dan Omong Kosong di Rumah Seni Cemeti (2019) ini.  ","penulis":"Wahyudin","penerbit":"Basabasi","isbn":"978-623-6631-95-9","eisbn":"978-623-305-322-8","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/742a53737ba9579f5fdab3038fe4b6b2.webp","harga_dasar":"100000","formatted_harga_dasar":"100,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"100000","formatted_harga_akhir":"100,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-28 05:36:08","rating":"0"},"cache":"read"}