{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK78401","kode_penerbit":"962","kode_penulis":"48488","kode_supplier":"294","tipe_konten":"ebook","judul":"Seumpama Matahari","sinopsis":"Seumpama matahari, ia tidak pernah mengharapkan \r\ncahaya dari bumi. Ia selalu memberikan cahayanya. \r\nBiarpun bumi tidak merasakan.\r\n\r\n***\r\n\r\nKami bangun, menembak sesekali ke arah teriakan tadi. Inilah cara terakhir. Zen membidik. Tembakannya berirama khas. Irama inilah yang ditakuti pasukan tentara pemerintah. Mereka sudah hafal irama ini. \r\nBiasanya irama tembakan Zen memakan korban. Sebelum menjadi tentara gerilya, dia adalah pemburu rusa. Kijang di hutan pegunungan antara Bireun dan Panton sering menjadi sasaran tembakannya. \r\nKami menunggu Zen yang sedang menembaki musuh. Sesaat dia muncul. Kami lari tanpa membungkuk. Keringat sudah membasahi sekujur tubuh. Napas kami memburu. Dada sesak. Asap-asap mesiu peledak membuat dada kami sakit.\r\nSelama dua jam kami bisa menyingkir dari medan pertempuran. Tak seorang pun di antara kami jatuh korban atau cedera. Namun, kini nyawa kami terancam oleh banyaknya racun mesiu terhirup. Kami harus mendapatkan air sebagai penawar. Kalau tidak, kami bisa mati keracunan....\r\nNovel ini mengisahkan sekelompok pejuang yang kerap terancam maut di hutan, juga naluri, kesetiaan, dan hubungan cinta dengan seorang gadis. Sebuah novel sejarah kontemporer yang sangat penting, dan ditulis dengan amat manusiawi dan menyentuh. Layak dibaca semua orang, semua tingkatan, dan semua umur.\r\n","penulis":"Arafat Nur","penerbit":"DIVA Press","isbn":"978-602-391-415-9","eisbn":"978-623-293-216-6","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/ad5cd874127a962c3974bdab37630317.webp","harga_dasar":"50000","formatted_harga_dasar":"50,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"50000","formatted_harga_akhir":"50,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-10 17:04:56","rating":"0"},"cache":"write"}