{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK70537","kode_penerbit":"230","kode_penulis":"45088","kode_supplier":"74","tipe_konten":"ebook","judul":"Berbekal Dendam Kemiskinan, Djumongkas Hutagaol dari Kuli Bangunan Jadi Direksi","sinopsis":"Nama Djumongkas Hutagaol tak bisa dilepaskan dari perjalanan perkembangan transportasi darat di dalam Kota Medan . Ia bahkan telah menjadi sebuah fenomena yang banyak mewarnai dinamika maju mundurnya moda angkutan kota.\r\n\r\nBerawal dari anak desa yang merantau bermodal \u201chosah\u201d (nafas), dari kuli bangunan kemudian menjadi pegawai BUMN PT Nindya Karya,  Djumongkas Hutagaol muda kemudian bermetamorfosa menjadi pengusaha.\r\n\r\nDjumongkas memilih keluar dari zona aman meninggalkan PT Nindya Karya di tahun 1983, perusahaan yang telah membawanya keluar dari kemiskinan.\r\n\r\nKeluar dari tempatnya bekerja dan  memilih hidup di \u201cpasaran\u201d sebagai seorang pengusaha .\r\n\r\nPredikat \u201cpreman\u201d seakan melekat pada dirinya tatkala  terjun ke kawasan Sambu untuk mulai mengurus usahanya angkutan kota.\r\n\r\n \r\n\r\nMedan Bus, sebuah nama armada mini bus angkutan kota ia kelola. Sebagai pemain baru, Djumongkas sudah pasti mendapat beragam tantangan, dihempang, ditekan, bahkan diancam .\r\n\r\nIa tak mundur sejengkal pun  semua ia hadapi dan dengan main tunggal.\r\n\r\nMedan Bus kemudian menjadi salah satu angkutan kota vital di Medan di tahun 80-an hingga 90-an  dan 2.000- bahkan hingga saat ini .\r\n\r\nMungkin tak terhitung sudah berapa pelajar dan mahasiswa di kota ini yang menggunakan armada Medan Bus di masa lalu , dan kini sudah berhasil menjadi \u201corang\u201d.\r\n\r\nKiprah Djumongkas di dunia angkutan darat seakan tak akan ada akhirnya  , ketika kemudian di tahun 2020 Kementrian Perhubungan RI memercayakan dirinya sebagai pengelola jasa angkutan kota modern PT Trans Metro Deli .\r\n\r\nKepercayaan tersebut tak ia sia-siakan dan kini Trans Metro Deli sudah menjadi alternatif pilihan utama pengguna jasa transportasi massal yang secara perlahan mulai mengubah budaya warga kota untuk memilih angkutan massal ketimbang menggunakan angkutan pribadi , guna efisiensi, efektivitas dan tentunya untuk mengatasi kemacetan kota.\r\n\r\nDendam kemiskinan di masa kecil yang berlanjut hingga ia berkeluarga dan punya anak tiga, menjadi inspirasi baginya untuk membuka unit usaha angkutan kota, developer, perkebunan sawit ,, persawahan dan Kilang Padi, Pertukangan Kayu, Peternakan , dan doorsmer.\r\n\r\nAktivitas Djumongkas dalam kehidupan sosial politik , tak terlepas dari dendam kemiskinan di masa lalu. Ia ingin  menjadi orang yang diperhitungkan dan menjadi penentu, agar keterkucilan dan ketidakberdayaan akibat kemiskinan di masa lalu impas terbayar .\r\n\r\nNama Djumongkas seakan bak \u201cpanglima\u201d  di kubu SSA, saat terjadi konflik kepemimpinan di tubuh Gereja HKBP. Seorang jemaat HKBP yang berani terdepan menentang intervensi pemerintah dan militer melalui Kodam I BB. Terancam dipukul, diculik hingga ditangkap aparat tak menyurutkan nyalinya.\r\n\r\nBegitu pula perannya di Aliansi Gerakan Reformasi Sumatera Utara (Agresu) yang turut punya andil bersama mahasiswa menggaungkan reformasi\r\n\r\n\u201cmelambungkan\u201d nama Djumongkas di pentas Sumatera Utara.\r\n\r\nBahkan ia seakan menjadi salah satu legenda bagi masyarakat Sumatera Utara , khususnya di kalangan masyarakat Batak ketika Djumongkas bersama tokoh lainnya memperjuangkan Provinsi Tapanuli untuk melepaskan tanah kelahiran dan kawasan Tapanuli dari peta kemiskinan.","penulis":"Suwandi Purba","penerbit":"Penerbit Adab","isbn":"978-623-162-339-3","eisbn":"Proses","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/b80c0932cb6f7be27c8d37b4c847a8bd.webp","harga_dasar":"70000","formatted_harga_dasar":"70,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"70000","formatted_harga_akhir":"70,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-30 21:19:20","rating":"0"},"cache":"write"}