{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK7007","kode_penerbit":"124","kode_penulis":"4991","kode_supplier":"33","tipe_konten":"ebook","judul":"Best Practice Guru dalam Tugas Pembelajaran di Sekolah","sinopsis":"Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMA adalah kegiatan kompetisi yang menyeleksi siswa-siswi jenjang SMA pada mata pelajaran sains dan sosial yang dimulai dari tingkat sekolah, kota\/kabupaten, propinsi, dan nasional.\r\nKegiatan ini merupakan agenda tahunan direktorat jenderal pendidikan menengah kementerian pendidikan dan kebudayaan yang bertujuan menjaring siswa-siswi berbakat pada bidang sains untuk diikutsertakan pada ajang kompetisi tingkat internasional.\r\n\r\nPrestasi siswa pada perolehan medali OSN merupakan salah satu nilai tambah bagi sekolah tersebut terkait pencitraan publik dan kualitas sekolah.\r\n\r\nHingga saat ini OSN telah dilaksanakan sebanyak duabelas kali, mulai dari tahun 2002 di Yogyakarta hingga tahun 2013 ini yang dilaksanakan bulan September di Bandung.\r\n\r\nDalam kurun waktu tersebut, SMA Xaverius 1 Jambi sebagai salah satu sekolah swasta favorit dan percontohan di propinsi Jambi dituntut peran sertanya dalam kegiatan seleksi olimpiade sains SMA yang telah diikuti sejak tahun 2002 hingga kini.\r\n\r\nPerolehan medali pada ajang seleksi OSN Kimia tingkat nasional adalah proses persiapan yang panjang. Siswa perlu dibekali dengan materi yang cukup, mental yang mendukung, dan kesempatan berlatih menyelesaikan soal-soal bersifat komprehensif yang memerlukan analisis dan pemikiran kritis.\r\n\r\nPermasalahan yang dijumpai adalah bagaimana menjaring siswa yang berminat sekaligus berkompeten untuk kegiatan ini.\r\n\r\nAdapun dari aspek persiapan materi, silabus materi olimpiade cukup banyak dengan tingkat kesulitan di atas materi KTSP sehingga memerlukan alokasi waktu yang lebih banyak, sementara tes seleksi tingkat kota\/kabupaten sudah dimulai sebelum semester genap berakhir.\r\n\r\nSulitnya merekrut siswa berminat sekaligus berkompeten pada bidang kimia disebabkan sebagian besar siswa menganggap kimia adalah salah satu pelajaran yang sulit dipahami.\r\n\r\nDari aspek cara belajar kimia, pada umumnya siswa cenderung menghapal materi tanpa mengerti dengan baik konsep dasarnya apalagi penerapannya.\r\n\r\nKeadaan ini juga terjadi dalam proses pembelajaran yang dirancang guru lebih banyak menggunakan metode ceramah ketika menerangkan maupun metode drill ketika berlatih soal tanpa melibatkan peran aktif siswa dalam kelas untuk menggunakan lebih banyak panca inderanya dalam menyerap materi belajar.","penulis":"Elizabeth Tjahjadarmawan","penerbit":"Deepublish","isbn":"978-602-401-933-4","eisbn":"","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/78efce208a5242729d222e7e6e3e565e.webp","harga_dasar":"80500","formatted_harga_dasar":"80,500","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"80500","formatted_harga_akhir":"80,500","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-10 17:59:43","rating":"0"},"cache":"write"}