{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK6999","kode_penerbit":"124","kode_penulis":"5072","kode_supplier":"33","tipe_konten":"ebook","judul":"Belajar d[ar]i Malaysia","sinopsis":"Buku ini terdiri dari 9 tulisan. Tulisan-tulisan yang tersaji dalam buku ini merupakan kumpulan naskah para alumni dari perguruan tinggi Malaysia yang masing-masing memiliki catatan dan cerita tersendiri. Sehingga ada persfektif dan pandangan yang berbeda-beda.\r\n\r\nTulisan pertama berjudul Di Malaysia, Belajar Mengenali Diri, judul kedua Pesona Belajar Isalam D{ar}i Malaysia, judul ketiga Antara Profesional dan Keikhlasan: Oleh-Oleh Dari Malaysia, judul keempat Malaysia; Sebuah Kesempatan yang Tak Sia-Sia, judul kelima Pengalama Bahasa Melayu Ketika Awal Belajar, judul keenam Hitungan Detik yang Menggetarkan, judul ketujuh Belajar dan Memberi Kontribusi Untuk Bangsa, judul kedelapan Dari Kongsi Hingga Toga, dan judul terakhir Bermimpilah dan Jangan Berhenti Mencoba.\r\n\r\nMengawali pengiriman satu bundel formulir pendaftaran ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) merupakan saat-saat yang sangat menantang. Di saat semua orang mengirimkan formulir ke Amerika Serikat dan pelbagai negara di Eropa justru saya memilih Malaysia. Dari empat puluh empat kawan yang sementara menjalani pelatihan bahasa intensif, hanya empat orang yang mengirimkan formulir ke Malaysia. Hanya mencapai angka sekitar 10 persen, ini berarti tingkat pemilihan calon mahasiswa ke Malaysia bisa dikatakan tidak populer. Namun angka-angka itu tidak menghalangi pilihan saya untuk belajar ke Malaysia.\r\n\r\nIde yang ada pada saya saat itu adalah \u201ctempat bukan yang utama tetapi sikap individu akan menjadi kunci utama dalam belajar\u201d. Beberapa pakar seperti Prof. Yusril Ihza Mahendra, Prof. Zulhasril, Prof. Tjukup Martono adalah jebolan Malaysia. Tetapi beliau-beliau tetap berkiprah dan merupakan pakar dalam bidang keilmuan masing-masing. Sehingga saya sampai pada kesimpulan bahwa popularitas Negara tempat belajar bukan menjadi faktor saya dalam memilih tempat belajar.\r\n\r\nDitambah dengan candaan kawan-kawan dengan pertanyaan \u201cUntuk apa belajar ke Malaysia?\u201d Lalu kemudian candaan berikutnya ditambahkan tanpa memberikan waktu untuk menjawab pertanyaan pertama, \u201cKenapa tidak di Indonesia saja?\u201d dan candaan berikut kembali menyusul, masih dengan kondisi yang sama pada pertanyaan pertama, \u201cApa yang menarik dari Malaysia?\u201d","penulis":"Ismail Suardi Wekke; dkk","penerbit":"Deepublish","isbn":"978-602-453-630-5","eisbn":"","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/31c23973a376c90940f5f5ff2118b5d2.webp","harga_dasar":"77500","formatted_harga_dasar":"77,500","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"77500","formatted_harga_akhir":"77,500","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-30 14:38:39","rating":"0"},"cache":"read"}