{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK6946","kode_penerbit":"124","kode_penulis":"5157","kode_supplier":"33","tipe_konten":"ebook","judul":"Agama Agenda Demokrasi dan Perubahan Sosial ","sinopsis":"Wacana Islam dan demokrasi telah lama menjadi perbincangan, terutama, sejak munculnya era pencerahan yang dimulai dengan revolusi Perancis abad ke-17 disusul revolusi industri di Inggeris di abad yang sama. Islam yang disebut Barat berada di halaman belakangnya bukanlah entitas yang dianggap remeh. Islam yang mewujud dalam bentuk peradaban telah lama menjadi momok Barat dan juga menjadi \u201cpercontohan\u201d bagi mereka dalam membangun peradabannya.\r\n\r\nBernard Lewis dengan sangat terang-terangan menyebut peradaban Islam Arab sebagai transmitter bagi peradaban Barat. Umat Islam klasik menjadi penerjemah dan penghubung lahirnya peradaban Barat. Ini menunjukkan bahwa interaksi antara Islam dan Barat dalam sejarahnya selalu mengalami pasang surut dan riuh rendah. Dan dalam relasinya yang sangat dinamis itu melahirkan sikap saling memberi dan meminjam (take and give).\r\n\r\nApa artinya? Barat telah banyak belajar dari peradaban Islam. Islam praksis dan ortodoksi telah memberikan pelbagai pengalaman baik dalam segi politik, bahasa, budaya, maupun pemikiran. Dalam interaksi inilah sikap saling belajar dan mengembangkan terjadi. Hanya saja, pengalaman Barat yang pahit dan kelam dalam relasi antara agama dan Negara mendorong lahirnya sekularisasi total. Negara tak mau lagi didikte dan dikungkung oleh gereja. Kekuasaan Negara sepenuhnya terpisah dan memiliki logikanya sendiri yang berbeda dengan logika gereja. Sejarah perceraian Negara dan gereja membawa implikasi-implikasi sosio-politik-ekonomi-budaya yang sangat dahsyat hingga sekarang.\r\n\r\nBila kita lihat, Barat modern menampilkan segi-segi yang sangat hebat. Kebebasan berfikir banyak melahirkan kemajuan-kemajuan di bidang pendidikan, pemerintahan, arsitektur, kebudayaan, dan lain-lain. Semua itu lahir karena mereka mempercayai bahwa kebaikan tidak hanya milik agama-agama, tetapi juga milik semua tradisi yang tumbuh dari rasa etis kemanusiaan yang diberikan Tuhan kepada umat manusia. Meskipun keyakinan ini pada perkembangannya melahirkan krisis-krisis baru seperti peperangan, konflik-konflik antar ras dan antar agama, serta krisis lingkungan, namun peradaban Barat telah tampil dengan coraknya sendiri. Barat menjadi hegemoni sepanjang sejarah modern dan tengah diuji daya tahannya di masa-masa yang akan datang.","penulis":"Muhammad Julijanto","penerbit":"Deepublish","isbn":"978-602-280-620-2","eisbn":"","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/6ea3f1874b188558fafbab78e8c3a968.webp","harga_dasar":"90200","formatted_harga_dasar":"90,200","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"90200","formatted_harga_akhir":"90,200","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-30 03:00:19","rating":"0"},"cache":"write"}