{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK65427","kode_penerbit":"171","kode_penulis":"6809","kode_supplier":"52","tipe_konten":"ebook","judul":"Cerita Rakyat Provinsi Jawa Tengah : Joko Tarup dan Tujuh Bidadari","sinopsis":"Buku Cerita Rakyat Provinsi Jawa Tengah: Joko Tarup dan Tujuh Bidadari terbitan KYTA mengisahkan sebuah legenda populer dari tanah Jawa mengenai hubungan terlarang antara seorang manusia biasa dengan makhluk dari kahyangan. Cerita ini berpusat pada sosok pemuda bernama Jaka Tarub yang perbuatannya secara tidak langsung menjebak salah satu bidadari, Dewi Nawang Wulan, untuk tinggal di bumi.\r\nKisah ini bermula ketika Jaka Tarub, seorang pemuda tampan yang tinggal bersama ibunya di sebuah desa di Jawa Tengah, menemukan sebuah telaga tersembunyi saat sedang berburu di hutan. Di sana, ia terpesona oleh tujuh bidadari cantik yang sedang mandi. Didorong rasa penasaran dan keinginan, Jaka Tarub diam-diam mencuri dan menyembunyikan salah satu selendang, milik bidadari termuda bernama Dewi Nawang Wulan. Akibat kehilangan selendang saktinya, Nawang Wulan tidak bisa kembali ke kahyangan bersama enam saudarinya.\r\nJaka Tarub yang merasa bersalah kemudian berpura-pura menolong Nawang Wulan dan membawanya pulang ke rumah. Seiring berjalannya waktu, mereka saling jatuh cinta, menikah, dan dikaruniai seorang putri cantik bernama Nawangsih. Selama pernikahan mereka, Nawang Wulan memiliki satu keajaiban: ia bisa memasak nasi hanya dengan sebutir beras, membuat persediaan makanan mereka berlimpah ruah. Namun, ia memberikan satu larangan keras kepada suaminya untuk tidak pernah membuka penanak nasi. Jaka Tarub, yang didorong rasa penasaran, melanggar larangan tersebut, dan seketika kekuatan magis Nawang Wulan lenyap, memaksanya untuk memasak secara normal.\r\nTitik balik cerita terjadi bertahun-tahun kemudian, ketika persediaan beras mulai menipis, Nawang Wulan akhirnya menemukan selendang saktinya yang selama ini disembunyikan oleh Jaka Tarub di dalam lumbung padi. Merasa dikhianati oleh suaminya, Nawang Wulan memutuskan untuk meninggalkan kehidupan fana tersebut dan kembali ke kahyangan. Ia meninggalkan Jaka Tarub dan putri mereka, Nawangsih, namun berjanji akan tetap mengawasi putrinya dari jauh melalui sebuah menara pengawas yang dibuatkan khusus oleh Jaka Tarub. Cerita ini berakhir dengan pesan moral mendalam tentang pentingnya kejujuran, kepercayaan dalam rumah tangga, dan konsekuensi yang harus ditanggung akibat melanggar janji.","penulis":"Tim S.M.I.L.E","penerbit":"KYTA","isbn":"978-623-7603-37-5","eisbn":"978-623-7071-92-1","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/9a4a21d93d5a1883b2fd919e87212325.webp","harga_dasar":"46000","formatted_harga_dasar":"46,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"46000","formatted_harga_akhir":"46,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-30 04:55:31","rating":"0"},"cache":"read"}