{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK5946","kode_penerbit":"111","kode_penulis":"4520","kode_supplier":"25","tipe_konten":"ebook","judul":"Subul As-Sa\u2019adah Az- Zaujiyyah: Cintai Aku Meski Ku Tak Sempurna ","sinopsis":"Cintai Aku, Meski Ku Tak Sempurna!\r\n(Subul as-Sa\u2019adah az-Zaujiyyah)\r\nPenulis: Ali bin Nayif asy-Syuhud\r\nSeorang suami berkata kepada istrinya, \u201cAlangkah gagahnya burung pipit jantan ini!\u201d\r\nIstrinya menjawab, \u201cMaaf, Sayangku, ini adalah seekor burung pipit betina.\u201d\r\nSang suami bersikukuh, \u201cPipit jantan!\u201d\r\nIstrinya tak kalah keras, \u201cPipit betina!\u201d \r\nMasing-masing bertahan dengan pendapatnya sendiri sehingga terjadilah perdebatan hingga berubah menjadi perdebatan sengit. Api pertikaian itu pun tak bisa padam kecuali sesudah selang waktu yang cukup lama.\r\nSetahun sesudah peristiwa itu terjadi, tiba-tiba sang suami teringat kejadian itu, lantas dia berkata kepada istrinya sambil tertawa, \u201cApakah kamu masih ingat percekcokan kita yang menggelikan tentang burung pipit dahulu?\u201d \r\nSang istri menjawab, \u201cTentu, aku ingat. Waktu itu sudah terbersit di dalam benakku bahwa akan terjadi perceraian. Akan tetapi akhirnya aku bersyukur kepada Allah karena semua itu berakhir dengan kebahagiaan yang menyenangkan. Aku meminta kejelasan kepadamu, duhai Sayangku, bukankah engkau dulu melakukan kesalahan pada peristiwa itu, disebabkan oleh burung pipit betina?\u201d \r\nSang suami langsung menyahut, \u201cPipit betina apa! Itu kan, burung pipit jantan!\u201d\r\nIstrinya menyeringai, \u201cTidak! Itu burung pipit betina!\u201d\r\nTerjadilah percekcokan lagi seperti dahulu!\r\nBetapa banyaknya burung pipit jantan dan burung pipit betina yang ada di balik sekian banyak percekcokan yang terjadi! \r\nBagaimana dengan Anda? Apakah sebegitu penting memaksakan pendapat kita kepada pasangan atau menganggap pendapat kitalah yang benar hingga mengorbankan rajutan cinta menjadi pertengkaran atau ... bahkan perceraian? \r\nAllah Azza wa Jalla mensyariatkan hubungan pernikahan adalah untuk mewujudkan manfaat bagi masing-masing dari pasangan suami istri, agar jiwa mereka tenteram, dan agar keduanya dapat bekerja sama, tolong-menolong secara kontinu, pengorbanan yang terus-menerus di jalan kebahagiaan, sehingga menghasilkan kebaikan bagi seluruh lapisan masyarakat. \r\nJika perkawinan ibarat bahtera, maka kita tak akan selamat hingga ke daratan kecuali dengan mengetahui arah angin dan cara mengendalikannya. \r\nPerbedaan persepsi, latar belakang, orientasi, tidak dipungkiri adalah angin kencang yang siap merobek layar. Maka risalah kecil ini akan menunjukkan kepada kita bagaimana mengendalikan bahtera perkawinan agar tetap berlayar, dengan mengenali diri dan pasangan. Sebab, bukankah cinta memang harus selalu diupayakan? \r\n","penulis":"Ali bin Nayif Asy-Syuhud","penerbit":"Indiva Media Kreasi","isbn":"978-979-1397-02-5","eisbn":"978-602-5701-78-8","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/926ffc0ca56636b9e73c565cf994ea5a.webp","harga_dasar":"15000","formatted_harga_dasar":"15,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"15000","formatted_harga_akhir":"15,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-06-01 08:16:13","rating":"0"},"cache":"write"}