{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK51228","kode_penerbit":"268","kode_penulis":"33584","kode_supplier":"75","tipe_konten":"ebook","judul":"Anestesiologi, terapi intensif dan manajemen nyeri","sinopsis":"Perkembangan anestesiologi di Indonesia dimulai sebelum\r\nperang dunia II. Pada masa itu anestesiologi mulai diajarkan di\r\nCBZ (Central Bugerlijk Ziekenhuis) yang sekarang dikenal sebagai\r\nRSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo). Anestesiologi\r\ndiajarkan sebagai salah satu topik dalam mata pelajaran ilmu\r\nbedah, dan tindakan anestesia umum dilakukan oleh para dokter\r\nasisten bedah (biasanya yang termuda) dan para co-asisten\r\nbagian bedah. Sesudah perang dunia II, dunia kedokteran\r\nmendapat pengaruh besar dari negara yang menang perang,\r\nseperti Inggris dan Amerika. Indonesia tidak terlepas dari pengaruh\r\ntersebut. Pada permulaan kemerdekaan, seorang dokter\r\nBelanda bernama Reeser membawa ketrampilan melakukan\r\nanestesia umum modern ke Indonesia dengan cara endotrakeal\r\ndan mempergunakan mesin anestesia. Kepala Bagian Bedah\r\nCBZ waktu itu, Prof. M. Soekarjo, menyadari betul bahwa\r\nkemajuan ilmu bedah pada khususnya dan ilmu yang melakukan\r\npembedahan pada umumnya tidak akan maju seperti yang\r\ndiharapkan kalau tidak ada asistennya yang bekerja sepenuhnya\r\ndalam bidang anestesiologi.","penulis":"dr. Ida Bagus Putu Oka Mahendra, SpAn.","penerbit":"Scopindo Media Pustaka","isbn":"978-623-365-331-2","eisbn":"978-623-365-332-9","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/fc3b26972e02a53ca5f6b17ed7f7b0b7.webp","harga_dasar":"80000","formatted_harga_dasar":"80,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"80000","formatted_harga_akhir":"80,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-02 17:17:43","rating":"0"},"cache":"read"}