{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK49239","kode_penerbit":"527","kode_penulis":"32092","kode_supplier":"179","tipe_konten":"ebook","judul":"Mengenang Sang Baronese Kebudayaan Prof. Dr. Toeti Heraty","sinopsis":"\u2018Figur Ibu Toeti Heraty bukan saja panutan di multibidang, namun juga sosok yang secara nyata berbuat sesuatu untuk bangsa dan kemanusiaan. Bentang aktivitasnya luas, mulai dari menulis puisi, kolektor lukisan, pengusaha, akademisi, pemikir, penulis buku, serta tokoh kunci di berbagai gerakan sosial. Saya sependapat bahwa untuk memahami pemikiran Ibu Toeti, maka membaca festschrift buku \u2018Mengenang Sang Baronese Kebudayaan Prof. Dr. Toeti Heraty\u2019 ini menjadi syarat dasarnya.\u201d\r\n\r\n\uf076- Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.\r\n\r\n\r\n\r\n\u201cHal ihwal yang melintas, yang berubah dan aus, yang tak luar biasa,  yang dilewatkan ide-ide besar \u2014 itulah yang memikat dalam sajak-sajak Toeti Heraty.\u201d\r\n\r\n\uf076 - Goenawan Mohamad, Jurnalis dan Sastrawan.\r\n\r\n\r\n\r\n\u201cJadi bisalah dipahami  kalau dalam perjalanan waktu saya pun semakin sadar juga bahwa  Ibu Toeti bukan sekadar seorang guru besar (profesor) dan seorang ilmuwan utama yang telah mendapat penghargaan akademis internasional, ia adalah pula seorang  penyair anak bangsa  yang tidak mudah terlupakan. Jadi  janganlah heran kalau  kemudian saya sadar juga bahwa  Ibu Toeti  bukanlah sekadar  \u201cpemberi\u201d  butir-butir pengetahuan  akademis dan percikan literer yang memukau, ia adalah pula \u201cpembina\u201d rasa hayat keilmuan yang tidak mudah  tertandingi.\u201d\r\n\r\n- Taufik Abdullah, profesor peneliti ahli BRIN, Ketua Dewan Pembina Yayasan Pustaka Obor Indonesia.\r\n\r\n\r\n\r\n\u201cDengan keluasan wilayah perhatiannya, kelebaran daya jelajah intelektualnya, dan keragaman peran yang diembannya, Bu Toeti bisa dikatakan sebagai representasi   intelektual \u201ckultur ketiga\u201d.  Intelektual \u201ckultur ketiga\u201d merupakan sintesis yang memberikan jalan keluar dari kecenderungan eksklusivisme intelektual \u201ckultur pertama\u201d (literary intellectuals) dan \u201ckultur kedua\u201d(scientists).\u201d\r\n\r\n- Yudi Latif, Kepala Pelaksana Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) tahun 2017-2018,  kolomnis di harian Kompas.","penulis":"ST Sularto; Andreas Haryono","penerbit":"Yayasan Pustaka Obor Indonesia","isbn":"978-623-321-113-0","eisbn":"978-623-321-114-7","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/f99f66c4ee12dec951c234ad811b6716.webp","harga_dasar":"153000","formatted_harga_dasar":"153,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"153000","formatted_harga_akhir":"153,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-30 09:23:48","rating":"0"},"cache":"write"}