{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK38722","kode_penerbit":"477","kode_penulis":"26031","kode_supplier":"144","tipe_konten":"ebook","judul":"Melawan Ijon dan Kartel Cengkeh","sinopsis":"CENGKEH Purwokerto kesohor berjenis\r\nkhusus. Artinya hanya bisa di tanam\r\ndi daerah yang lembab, iklim yang\r\nsama dengan daerah Banyumas\r\nsendiri. Punya arti khas, karena daerah\r\npenyebarannya terbatas dibanding\r\ncengkeh jenis Zanzibar -- Madagaskar\r\nyang mashur di mana saja mau\r\ntumbuh. Tapi justru tanaman khas yang\r\nseharusnya menumbuhkan keuntungan\r\nitu, bagaikan menusuk-nusuk benak\r\nsang Bupati. Pasalnya tak lain soal ijon.\r\nSeperti biasa, sang pengijon selnbari\r\nmembikin harga jatuh, menggaruk\r\nuntung. Dengan memborong cengkeh\r\n\r\n13\r\n\r\nRp 250 per kilogram secara ijon,\r\nmereka menyodorkan cengkeh kering\r\ndengan harga Rp 5000 per kilogram\r\nke pabrik-pabrik rokok Kudus dan\r\nJawa Timur. Tentu saja Bupati Pudjadi\r\nDjaringbondojudo jadi mangkel. &ldquo;Pemda\r\nakan melakukan pemborongan cengkeh\r\ndengan harga Rp 1.200 per kilogram&rdquo;,\r\nbegitu gertak sang Bupati yang ibukota\r\ndaerahnya saja menghasilkan 4 ribu\r\nton di panen raya. Dan dalam panen\r\ntahun lalu tampaknya berhasil. Para\r\npembeli di kampung-kampung terpaksa\r\nnunut. Tertolongkah para petani?","penulis":"PDAT","penerbit":"Tempo Publishing","isbn":"-","eisbn":"978-623-05-0832-5","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/e1c8d8dfc6d7c5e1b14ed308d16df4ea.webp","harga_dasar":"75000","formatted_harga_dasar":"75,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"75000","formatted_harga_akhir":"75,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-06-03 01:32:34","rating":"0"},"cache":"read"}