{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK38048","kode_penerbit":"495","kode_penulis":"26694","kode_supplier":"143","tipe_konten":"ebook","judul":"Tuhan Tidak Perlu Dibela","sinopsis":"Dalam kenyataan sejarah, agama sama sekali memang tidak dapat steril dari berbagai hasrat dan kepentingan manusiawi, sehingga dalam titik-titik tertentu agama kerap kali ditunggangi, demi interest dari kelompok tertentu. Konteks yang sedemikian lalu menyeret agama ke suatu wilayah yang cukup politis: ia menjadi semacam legitimasi sikap politis dari kepentingan suatu kelompok. Nama Tuhan, yakni \u201cSang Penguasa Agama\u201d, dibawa-bawa ke sana kemari, mirip sebuah barang dagangan. Kalau sudah demikian kejadiannya, apakah yang terjadi sebenarnya bukan merupakan reduksi terhadap nilai luhur dari misi agama itu sendiri?\r\n\r\nKolom-kolom \u201cklasik\u201d Gus Dur--panggilan akrab Abdurrahman Wahid--yang terkumpul dalam buku ini kurang lebih berusaha menyoroti peranan agama dalam masyarakat yang sedang mengalami berbagai proses perubahan--politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan--, seperti juga sekarang ini. Dalam tulisan-tulisan yang awalnya dimuat di Majalah Tempo ini, tercium kesan yang cukup kuat akan suatu kekhawatiran terjadinya perselingkuhan agama dengan sebuah kepentingan politik kelompok tertentu--yakni dengan mengatasnamakan agama, atau bahkan Tuhan--sehingga akhirnya melahirkan suasana politik kekerasan atau kekerasan politik dengan dalih agama.","penulis":"Abdurrahman Wahid","penerbit":"LKiS","isbn":"979-8966-38-4","eisbn":"978-979-8966-38-5","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/448871d5224c1f7f017fc96b7225cc05.webp","harga_dasar":"71000","formatted_harga_dasar":"71,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"71000","formatted_harga_akhir":"71,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-13 08:30:28","rating":"0"},"cache":"write"}