{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK18956","kode_penerbit":"270","kode_penulis":"13810","kode_supplier":"5","tipe_konten":"ebook","judul":"Sepi Tak Berarti Mati","sinopsis":"Pada sepi, \/\/Kunamakan hening yang menghuni Batu\/serupa percintaan angin dan gerimis\/yang mencederai basah tanah\/merindukan wangi tubuhmu, kekasih\/\/. Puisi yang melukiskan rasa sepi lewat perasaan halus dimisalkan dengan perjumpaan angin dan hujan. Hingga di puisi Sajak Ulang Tahun, \/\/aku telah merayakan\/sepotong kehilangan\/dari perpisahan kita seratus hari lalu\/kini berserakan di sepanjang Arhanud\/\/. Ah, terasa menyesakkan. Bahkan dikatakan dalam Pergi, \/\/Jika kamu ingin pergi\/maka pergi saja\/untuk apa menyeduh mimpi\/dalam secangkir kopi\/yang telah kamu racuni?\/\/. Sebab sepi tak berarti mati. Yang Aku Mau, \/\/Aku mau mati rasa saja\/menguburkan sakitnya dilupakan\/Tenggelamkan pedihnya ditinggalkan\/Ah, Aku mau\/Mati rasa\/Aku mau mati\/rasa\/Aku mau\/mati rasa\/Aku\/mau mati rasa\/Aku\/tak padamu\/\/.\n\nTepat apa yang dilukiskan Chairil Anwar Mampus kau dikoyak-koyak sepi , puisi nya sangat meng-inspirasi karena memiliki sebuah jiwa pemberontakan, rasa pahit, dan langsung menusuk..\n\n Pada sepi, \/\/Kunamakan hening yang menghuni Batu\/serupa percintaan angin dan gerimis\/yang mencederai basah tanah\/merindukan wangi tubuhmu, kekasih\/\/. Puisi yang melukiskan rasa sepi lewat perasaan halus dimisalkan dengan perjumpaan angin dan hujan. Hingga di puisi Sajak Ulang Tahun, \/\/aku telah merayakan\/sepotong kehilangan\/dari perpisahan kita seratus hari lalu\/kini berserakan di sepanjang Arhanud\/\/. Ah, terasa menyesakkan. Bahkan dikatakan dalam Pergi, \/\/Jika kamu ingin pergi\/maka pergi saja\/untuk apa menyeduh mimpi\/dalam secangkir kopi\/yang telah kamu racuni?\/\/. Sebab sepi tak berarti mati. Yang Aku Mau, \/\/Aku mau mati rasa saja\/menguburkan sakitnya dilupakan\/Tenggelamkan pedihnya ditinggalkan\/Ah, Aku mau\/Mati rasa\/Aku mau mati\/rasa\/Aku mau\/mati rasa\/Aku\/mau mati rasa\/Aku\/tak padamu\/\/.\n\nTepat apa yang dilukiskan Chairil Anwar Mampus kau dikoyak-koyak sepi , puisi nya sangat meng-inspirasi karena memiliki sebuah jiwa pemberontakan, rasa pahit, dan langsung menusuk..\n\n ","penulis":"Meita Purnamasari","penerbit":"Mirra Buana Media","isbn":"978-602-336-685-9","eisbn":"978-623-323-218-0","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/9763616920135ae280576494ba862400.webp","harga_dasar":"45000","formatted_harga_dasar":"45,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"45000","formatted_harga_akhir":"45,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-19 21:21:33","rating":"0"},"cache":"write"}