{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK13387","kode_penerbit":"124","kode_penulis":"10010","kode_supplier":"33","tipe_konten":"ebook","judul":"JAMIRU PERJALANAN SPIRITUAL ORANG IRARUTU ","sinopsis":"Orang Irarutu mendiami wilayah Teluk Arguni Kabupaten Kaimana, hingga sebagian wilayah Babo Kabupaten Teluk Bintuni. Bahasa asli mereka adalah Irarutu yang berasal dari kata Iraru yang berarti \u2018suara\u2019 atau \u2018bahasa\u2019 dan kata \u2018tu\u2019 dari kata \u2018fitu\u2019 yang berarti \u2018benar atau betul\u2019, sehingga Irarutu memiliki makna, bahasa yang benar, suara yang benar atau dapat juga dimaknai sebagai \u2018bahasa sejati. Bahasa Irarutu kini menjadi salah satu dari sembilan bahasa daerah di Papua yang terancam punah. Orang-orang yang menggunakan Bahasa Irarutu dikenal sebagai suku Irarutu, meskipun kata Irarutu itu lebih tepat digunakan hanya untuk menyebut bahasa yang mereka gunakan.\nMereka memiliki konsep diri yang mereka kenal dengan istilah \u2018Matutu\u201d. Matutu berasal dari kata \u2018matu\u2019 yang berarti \u2018manusia, orang, sahabat\u2019 sedangkan kata \u2018tu\u2019 dari kata \u2018fitu\u2019 yang berarti \u2018benar\u2019 sehingga Matutu memiliki makna manusia benar, orang benar yang kemudian dimaknai sebagai \u2018manusia sejati. Menjadi Manusia sejati atau matutu menjadi cita-cita setiap orang Irarutu yang harus dicapai melalui baktinya kepada sesama manusia.\nSecara simbolis proses menuju manusia sejati ditampilkan melalui berbagai ritual adat yang harus dijalani oleh setiap orang Irarutu. Ritual Wegur Nenun atau ritual ukur hidung seperti yang disajikan dalam buku ini, menjadi salah satu proses simbolis seorang orang anak perempuan menjadi manusia sejati. Dalam rite of passage, ritual wegur namun ini tidak hanya sebuah proses transisi dari tahapan yang satu ke tahapan pencapaian lainnya hingga menjadi matutu, tetapi juga ritual ini mampu menyatukan keluarga dekat dan jauh. Saat ini ritual ini sering dilakukan ketika seorang perempuan anak pertama hendak melangsungkan pernikahan, padahal ritual ini dapat dilakukan kapan saja, bergantung kepada kesiapan keluarga. Sedangkan anak laki-laki pertama orang Irarutu harus melalui ritual \u2018nyet jagafi\u2019 atau ritual pemberian makan bagi anak laki-laki pertama.\n","penulis":"Umar Werfete","penerbit":"Deepublish","isbn":"978-623-209-109-2","eisbn":"978-623-209-240-2","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/b6121869d1d9e7fddaac06016fcb0661.webp","harga_dasar":"80000","formatted_harga_dasar":"80,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"80000","formatted_harga_akhir":"80,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-12 06:38:04","rating":"0"},"cache":"read"}