{"code":200,"msg":"OK","clientId":"STR0107052022","data":{"kode_konten":"BK131882","kode_penerbit":"230","kode_penulis":"83147","kode_supplier":"74","tipe_konten":"ebook","judul":"Maklumat Pembangunan Pertanian: Catatan Reflektif Jalan Panjang Kesejahteraan Petani dan Kedaulatan Pangan Indonesia","sinopsis":"aklumat Pembangunan Pertanian: Catatan Reflektif Jalan Panjang Kesejahteraan Petani dan Kedaulatan Pangan Indonesia adalah kumpulan refleksi kritis Rafnel Azhari yang merangkum pemikiran dan kegelisahan penulis tentang arah pembangunan pertanian Indonesia. Melalui tulisan-tulisan yang pernah terbit di media nasional dan lokal, penulis menghubungkan pengalaman lapangan, kajian kebijakan, dan etika keadilan untuk mengungkap mengapa kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan belum menjadi realitas yang kokoh. Ketika membaca buku ini, kita mesti bersiap diri menjadi musafir kecil yang harus membawa amanat moral yang ukurannya terlalu besar. Di hampir seluruh tulisannya, penulis memuatkan kesadaran kritis sekaligus teka-teki tentang betapa kelabunya perjalanan pembangunan pertanian di negeri ini yang tak kunjung mendekat pada tujuannya mewujudkan keadilan sosial, dan keadilan agraria par excellence. Selain telah dikerdilkan sebagai narasi modernisasi pertanian, pembangunan pertanian ternyata telah dijejali pula dengan seabrek agenda teknis fungsional peningkatan produksi. Secara formal perbaikan kesejahteraan petani memang tetap mendapat tempat, hanya saja dengan cara berasumsi bahwa peningkatan kesejahteraan adalah konsekuensi logis terjadinya peningkatan produksi. Masalahnya, bersama narasi demikian, kita kecemplung dalam suasana yang secara mendasar telah menyesatkan pandangan dan tindakan politik terhadap pertanian rakyat. Pertanian rakyat dianggap sekedar sumber pangan atau penyedia bahan baku industri. Di tataran praktis, pertanian dikonotasikan sebagai segala tindakan budidaya tanaman yang \u2018berdaya\u2019 meskipun tidak mesti \u2018berbudi\u2019. Seiring dengan itu, tanpa daya, harkat kemanusiaan petani terkapar di tempat yang tidak layak. Petani tidak lagi merdeka dan berdaulat, sekalipun di atas tanah dan usahanya sendiri. Mereka dijadikan sapi perah\u2014terkomodifikasi dalam proses industrial yang memperlakukannya nyaris sama dengan faktor atau peralatan produksi. Hampir setiap bab buku menyorot ketidakadilan sebagai biangnya masalah pembangunan pertanian. Memperjuangkan keadilan bagi pertanian rakyat adalah tindakan politik yang paling bernilai moral, begitu esensi maklumat di buku ini. Buku ini juga menawarkan jalan pembaruan: perlunya kepemimpinan bermoral, reformasi tata kelola pangan dan perberasan, penguatan penyuluhan dan sistem inovasi yang inklusif, serta pembangunan resiliensi petani di tengah tekanan perubahan iklim, liberalisasi, dan dinamika politik.","penulis":"Rafnel Azhari","penerbit":"Penerbit Adab","isbn":"978-634-216-982-7","eisbn":"978-634-216-981-0","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/9e6d1c55d37ece56d158752ee8784ea3.webp","harga_dasar":"80000","formatted_harga_dasar":"80,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"80000","formatted_harga_akhir":"80,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-08-28 17:45:40","rating":"0"},"cache":"read"}