{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK130223","kode_penerbit":"1365","kode_penulis":"81863","kode_supplier":"427","tipe_konten":"ebook","judul":"Keuangan Daerah Jilid 1 Edisi 1","sinopsis":"Bab 1 memperkenalkan konsep dasar keuangan daerah dalam perekonomian lokal. Fokusnya adalah bagaimana pemerintah daerah berperan dalam menyediakan layanan publik, mengatasi kegagalan pasar, dan mendistribusikan sumber daya. Desentralisasi fiskal menjadi sorotan penting, memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah dalam mengatur kebijakan fiskalnya sesuai kebutuhan lokal. Pendapatan daerah terdiri dari pajak daerah, retribusi, dan dana transfer pusat, yang menjadi tantangan dalam menciptakan kemandirian fiskal. Selain itu, bab ini membahas efisiensi dalam pengelolaan keuangan dan tantangan struktural, seperti korupsi dan keterbatasan kapasitas manajerial. Bab ini diakhiri dengan rangkuman dan evaluasi konsep-konsep dasar?.\r\n\r\nBab 2 menjelaskan konsep efisiensi pasar, di mana sumber daya dialokasikan optimal melalui mekanisme pasar persaingan sempurna. Namun, kegagalan pasar muncul dalam bentuk eksternalitas, barang publik, monopoli, dan informasi asimetris. Eksternalitas positif dan negatif menjadi contoh klasik di mana intervensi pemerintah diperlukan untuk mencapai efisiensi sosial, seperti regulasi polusi atau subsidi pendidikan. Barang publik seperti infrastruktur memerlukan penyediaan oleh pemerintah karena pasar tidak dapat menyediakannya secara efisien. Tantangan distribusi pendapatan juga disoroti sebagai masalah ekonomi yang perlu ditangani melalui kebijakan fiskal yang tepat.\r\n\r\nBab 3 membahas sejarah panjang desentralisasi di Indonesia, yang dimulai setelah reformasi politik 1998. Desentralisasi memberikan kewenangan lebih besar kepada pemerintah daerah dalam mengelola anggaran dan kebijakan. Struktur pemerintahan daerah terbagi menjadi provinsi dan kabupaten\/kota, dengan tugas dan kewenangan masing-masing. Kepala daerah berperan penting dalam menjaga stabilitas dan mengatur urusan pemerintahan daerah. Namun, implementasi kebijakan desentralisasi masih menghadapi tantangan koordinasi lintas daerah dan ketimpangan pembangunan.\r\n\r\nBab 4 membahas desentralisasi fiskal sebagai bagian integral dari otonomi daerah. Fokus utamanya adalah kebijakan fiskal yang memberi wewenang kepada daerah untuk mengatur pendapatan dan belanja. Di Indonesia, desentralisasi fiskal bertujuan mengurangi ketimpangan fiskal antarwilayah dan meningkatkan efisiensi layanan publik. Model hubungan fiskal antar-pemerintahan, tantangan implementasi seperti ketergantungan transfer pusat, dan kapasitas manajerial yang rendah turut dibahas. Bab ini memberikan perbandingan implementasi desentralisasi fiskal di berbagai negara serta mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat meningkatkan kemandirian fiskal daerah.","penulis":"Muhammad Handry Imansyah","penerbit":"ULM Press","isbn":"978-623-8239-96-2(ji","eisbn":"noeisbn","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/b76bb7db128fbb03b433db3b9e49628c.webp","harga_dasar":"85000","formatted_harga_dasar":"85,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"85000","formatted_harga_akhir":"85,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-08-03 10:06:15","rating":"0"},"cache":"write"}