{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK128203","kode_penerbit":"1340","kode_penulis":"80721","kode_supplier":"313","tipe_konten":"ebook","judul":"Dua Ratus Juta, Semangkuk Soto, dan Doa Ibu Sebuah Kisah Tentang Harapan dan Kasih Ibu","sinopsis":"Semua orang punya titik terendah dalam hidupnya, dan bagi Ibu, titik itu datang di tahun 2019. Sebuah aset ruko yang menjadi harapan satu-satunya untuk menutup hutang sebesar 200 juta rupiah justru menjadi sumber petaka. Uang hasil penjualannya dibawa lari, disusul dengan intimidasi yang mengancam keselamatan keluarga. Ibu dipaksa menyerah pada keadaan, merelakan harta yang hilang, tapi tidak dengan tanggung jawabnya, la memilih memikul beban hutang itu di pundaknya, sendirian.\r\nBuku ini menceritakan jejak langkah seorang Ibu yang enggan menyerah meski dunianya sedang runtuh. Berawal dari warung nasi sederhana di Cinere yang penghasilannya menyusut hingga hanya menyentuh seratus ribu sehari, sebuah ide muncul dari percakapan meja makan setelah pernikahan anaknya. \"Gimana kalau Ibu jualan Soto Betawi saja?\"\r\nItu adalah awal dari pertaruhan baru Namun, tepat saat kuali soto pertama mulai mendidih di awal 2020, pandemi Covid-19 menghantam. Warung yang baru saja mulai bemapas harus berhadapan dengan jalanan yang sepi dan pembatasan wilayah. Tidak berhenti di situ, tagihan hutang lama sebesar 50 juta tiba-tiba datang menagih di depan pintu rumah.\r\nDi sinilah babak \"perang yang sesungguhnya dimulai. Strategi berpindah ke dunia digital-Gojek. Grab, dan terakhir ShopeeFood. Pembaca akan dibawa melihat bagaimana Ibu harus bertahan di ballik uap kuali, meracik rasa yang tetap konsisten meski harga bahan pokok melambung tak karuan. Ada momen-momen menyesakkan saat harus bemegosiasi dengan pihak bank untuk meminta napas tambahan (restrukturisasi) hingga tahun 2024.\r\nNamun, di tengah aroma lengkuas dan santan, ada tawa dua orang cucu yang lahir menjadi \"bahan bakar\" utama. Semangat itu membawa Soto Betawi Ibu melanglang buana, dipesan oleh pelanggan dari Jakarta Selatan hingga Tangerang Selatan, bahkan hingga harus berjualan sampai waktu sahur demi mengejar setiap rupiah pelunasan.\r\nIni bukan sekadar buku tentang cara melunasi hutang. Ini adalah catatan cinta seorang Ibu yang membuktikan bahwa kejujuran dan kerja keras adalah mata uang yang paling berharga. Di tahun 2024, surat pelunasan itu akhirnya terbit, menandai akhir dari lima tahun perjalanan yang penuh peluh, dan dimulainya masa depan yang merdeka.","penulis":"Reza Imani Syawal","penerbit":"PT Aksara Katulistiwa","isbn":"978 -634 -05-1206 -9","eisbn":"proses","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/d4b22f58a519c8c03a5982b7e8cb54d2.webp","harga_dasar":"42000","formatted_harga_dasar":"42,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"42000","formatted_harga_akhir":"42,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-06-17 04:05:14","rating":"0"},"cache":"write"}