{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK119185","kode_penerbit":"1262","kode_penulis":"75161","kode_supplier":"361","tipe_konten":"ebook","judul":"Kiai Kongsi: Agama, Ekonomi, dan Kehidupan Sosial Pekerja Migran Madura di Malaysia","sinopsis":"Orang Madura senantiasa menjaga nilai-nilai sakral keagamaan mereka, karena tiga unsur utama budaya santri, yaitu pesantren, NU, dan kiai, memiliki pengaruh besar pada masyarakat, baik dalam wilayah keagamaan maupun keduniawian. Selain itu, tiga unsur utama budaya santri tersebut membentuk jaringan keagamaan (religious networks) di Madura yang dikendalikan oleh para kiai. Akibatnya, para kiai menjadi penghubung antara ketiga unsur budaya santri tersebut. Akhmad Siddiq dalam buku ini berhasil memotret jaringan keagamaan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Madura di Malaysia. Walaupun minus unsur NU dan pesantren, tetapi kehadiran para kiai dan mahasiswa asal Madura yang menggantikan peran kiai\u2014yang di buku ini disebut kiai kongsi karena aktivitas mereka di kongsi atau tempat penampungan para pekerja\u2014jelas membuktikan bahwa jaringan keagamaan Madura di Malaysia berkembang dan memiliki beragam fenomena sendiri, yang memiliki persamaan sekaligus juga perbedaan dengan apa yang terjadi di kampung halaman para pekerja.\r\n-- Yanwar Pribadi, Guru Besar Antropologi Agama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) & UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten\r\n\r\nBuku ini mencatat ketangguhan, ketekunan, kemampuan beradaptasi, dan solidaritas komunal orang-orang Madura. Mereka punya ikatan men-dalam yang tak terputus dengan budaya dan tradisi mereka. Anda bisa membawa seseorang keluar dari Madura, tetapi Anda tidak bisa membawa Madura keluar dari diri mereka!\r\n-- Azmil Tayeb, dosen Universiti Sains Malaysia\r\n\r\n Kunjungan seorang kiai lokal ke kongsi-kongsi perkampungan buruh migran Madura di Malaysia telah menandai naiknya peran sang kiai ke level supralokal. Di sana ia tidak saja berdakwah, tetapi juga memimpin kegiatan keagamaan dan bahkan mengumpulkan donasi untuk pesan-trennya di Madura. Itulah yang disebut \u201ckiai kongsi\u201d dalam buku ini.\r\n-- K.H. Muhammad Shalahuddin, pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep","penulis":"Akhmad Siddiq","penerbit":"Cantrik Pustaka","isbn":"978-623-139-067-7","eisbn":"proses","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/200788e9630730f5c8b16c69340537f2.webp","harga_dasar":"68000","formatted_harga_dasar":"68,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"68000","formatted_harga_akhir":"68,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-23 02:41:53","rating":"0"},"cache":"write"}