{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK11585","kode_penerbit":"124","kode_penulis":"8789","kode_supplier":"33","tipe_konten":"ebook","judul":"PENGANTAR AL-QUR\u2019AN & HADIS UNTUK INDONESIA UPAYA MEMBACA SISI KELISANAN AL-QUR\u2019AN DAN HADITS","sinopsis":"Al-Qur\u2019an berasal dari kata Qira\u2019ah yang dapat diartikan sebagai huruf-huruf atau kata-kata yang dirangkai sehingga menjadi sebuah ungkapan. Dari sini menunjukkan bahwa alQur\u2019an adalah ungkapan-ungkapan Allah SWT. Senada dengan pengertian tersebut, al-Ghazali mengatakan \u2013sebagaimana dikutip Nur Kholis- bahwa al-Qur\u2019an adalah firman, kalam, atau perkataan Allah SWT. Hal ini menunjukkan bahwa alQur\u2019an merupakan bahasa lisan yang dilakukan oleh Allah SWT, kepada Malaikat Jibril, lalu disampaikan kepada Nabi Muhammad, dan akhirnya sampai ke umat Islam. Fazlu Rahman \u2013sebagaimana dikutip Abdullah Saeed- mengatakan bahwa: \nMenurut al-Qur\u2019an sendiri, dan sebagai konsekuensinya menurut umat Islam, al-Qur\u2019an adalah kalam Allah... Tidak hanya kata Qur\u2019an yang bermakna \u2018bacaan\u2019, secara jelas mengindikasikan ini, akan tetapi teks al-Qur\u2019an itu sendiri menyebutkan pada beberapa tempat bahwa al-Qur\u2019an diturunkan secara verbal, dan tidak hanya dalam \u2018makna\u2019 dan ide saja.\nPerlu ditekankan di sini bahwa jika al-Qur\u2019an diartikan sebagai kalamullah, maka al-Qur\u2019an merupakan ungkapan yang menyatu dengan pengungkap, yakni Allah SWT, sehingga jati diri al-Qur\u2019an bukanlah makhluk. Sedangkan, jika al-Qur\u2019an disebutkan sebagai kitabullah, maka al-Qur\u2019an mengalami proses dari lisan ke tulisan, konsekuensinya adalah al-Qur\u2019an mengalami pelepasan jati diri dari pengungkapnya, dari sini al-Qur\u2019an akan disebut sebagai makhluk, karena telah menjadi produk dalam bentuk mushaf, sebagaimana yang dimaksud di sini adalah bentuk mushaf yang ditulis oleh para sahabat.\nJika dikatakan bahwa al-Qur\u2019an bukanlah makhluk, sebagaimana disepakati oleh mayoritas ulama, maka al-Qur\u2019an perlu dipahami dalam rana kelisanan, sebab ia disampaikan dalam bahasa lisan. Hal ini penting dilakukan agar memahami al-Qur\u2019an bukan berdasarkan apa yang telah berbentuk tulisan atau teks mushaf, oleh karena bahasa lisan tidaklah sama dengan bahasa tulisan.  ","penulis":"Muh Alwi HS","penerbit":"Deepublish","isbn":"978-602-475-799-1","eisbn":"978-602-475-940-7","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/fdf2aade29d18910051a6c76ae661860.webp","harga_dasar":"59000","formatted_harga_dasar":"59,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"59000","formatted_harga_akhir":"59,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-04-30 07:11:06","rating":"0"},"cache":"write"}