{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK11373","kode_penerbit":"206","kode_penulis":"8338","kode_supplier":"51","tipe_konten":"ebook","judul":"Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) Ed. Revisi","sinopsis":"Menurut sebagian ahli pendidikan, penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang tidak menguji teori atau hipotesis tetapi menerapkan teknik, strategi, atau metode hasil penelitian yang sudah teruji pada konteks riil. Penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki atau memecahkan masalah pembelajaran dengan cara melakukan perubahan dan peningkatan kualitas belajar mengajar. Dari sudut pandang ini, bagi sebagian orang penelitian tindakan kelas tidak masuk dalam kategori penelitian eksperimen, diskriptif maupun penelitian pengembangan. \nDalam kasus ini, penulis berbeda pendapat dengan mereka. PTK memang merupakan ujung tombak tindakan uji coba suatu hipotesa dalam dataran riil. Artinya tidak ada lagi usaha untuk menguji hipotesa itu sendiri. Hipotesa yang ada dianggap sebagai hasil akhir penelitian yang sudah teruji, tinggal menerapkannya saja. Tetapi itu hanya batasan kecil dari pengertian PTK yang sesungguhnya. PTK dari segi bahasa maupun subtansinya tidak seperti itu. \nPTK mempunyai cakupan metodologi penelitian yang cukup luas. Ia mencakup penelitian; - diskriptif, historis, kasuistik, eksperimen, bahkan pengembangan. Hanya saja cakupannya terbatas dalam ruang kelas. \nArgumen pertama yang diajukan adalah: jika suatu hipotesa perlakuan itu sudah dianggap final dan teruji, kenapa mesti dilakukan penelitian ulang dalam bentuk PTK ? Bukankah tinggal menerapkannya saja ? Bentuk akhirnya adalah Laporan Tindakan Kelas (LTK) bukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Konsep \u201claporan\u201d dengan \u201cpenelitian\u201d beda. \nArgumen kedua.  Substansi penelitian tindakan kelas (PTK) adalah penelitian yang dilakukan dalam cakupan kecil, yaitu proses belajar mengajar di kelas. Batasan PTK adalah istilah \u201ckelas\u201d bukan substansi penelitiannya. Substansi penelitiannya tetap meluas mencakup konsep diskriptif, historis, kasuistik, ekperimen, bahkan pengembangan. Hanya saja dibatasi dalam ruang lingkup tempat yang disebut \u201ckelas\u201d.   \nArgumen ketiga. Konsep \u201cpenelitian tindakan\u201d dalam istilah PTK bukan berarti tinggal menerapkan teori yang ada dalam bentuk konkrit, tetapi \u201cmeneliti tindakan yang \u201cakan\u201d atau \u201csudah\u201d dilakukan objek\u201d. Objeknya bisa 'siapa' saja atau 'apa' saja; - bisa siswa yang bermasalah, hipotesa yang diragukan kebenaranya, bahkan gambaran riil apa yang 'akan' dilakukan siswa sehubungan dengan 'akan' diterapkannya suatu metode belajar-mengajar yang baru (gabungan dari metode historis, diskriptif dan pengembangan). \nBuku PTK yang Anda baca ini sangat berbeda dengan buku PTK yang beredar pada umumnya. PTK edisi pertama bersifat dasar dan umum, namun pada edisi revisi ini pendalaman isi materi buku dipertajam dan diperluas sampai pada dataran konkrit di lapangan. Teori dasarnya sederhana, namun tingkat akurasinya sangat tinggi ketika diterapkan dalam bentuk praktek. Selamat membaca, semoga bermanfaat !","penulis":"Jasa Ungguh Muliawan","penerbit":"Gava Media","isbn":"978-602-5568-04-6","eisbn":"","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/367ac971f08b41f2fe1248a63e28e837.webp","harga_dasar":"35000","formatted_harga_dasar":"35,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"35000","formatted_harga_akhir":"35,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-14 23:19:06","rating":"0"},"cache":"read"}