{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK107799","kode_penerbit":"964","kode_penulis":"49290","kode_supplier":"294","tipe_konten":"ebook","judul":"Jalan ke Tanah Leluhur; Refleksi dari Bali menuju Papua","sinopsis":"Engko Pasek Tamblingan, jani jan pejah engko, mai engko nunas Wisnu engko (Kalian Pasek Tamblingan, jika kalian mati\/sakit, kemarilah untuk memohon air kehidupan).\r\n\r\n(Babad Kandan Sanghyang Merta Jati lembar ke-83a)\r\n\r\nMuman mingil kai bekhel smetwat\r\nYus yata timtom fofuso\r\nNu manggi uwel nekwaukhu\r\nSemfat yemse takhul yen\r\nNasa aya khwas\r\n\r\n[Jalan ke tanah leluhurku tidak dirawat,\r\nSudah ditumbuhi oleh semak belukar,\r\nIbarat anak yatim piatu yang tidak punya mama bapa]\r\n\r\nMu Man Minggil (Jalan ke Tanah Leluhur) \r\nCiptaan: Willem Giryar \r\n\r\nMembaca karya-karya Kaka Ngurah selalu memberi saya perasaan yang bercampur-aduk. Ada marah, sedih, kaget, kecewa dan banyak lagi. Sebagai perempuan Papua, ketika membaca buku tentang Papua, selalu ada rasa penasaran pada diri saya mengenai apakah para penulis juga menulis tentang pandangan perempuan Papua atau membagikan cerita perjuangan perempuan Papua. Kaka Ngurah tidak mengecewakan. Beliau selalu berusaha untuk menulis cerita perempuan Papua; menghadirkan pandangan feminis ke dalam permasalahan bersifat maskulin di Tanah Papua. Jalan ke Tanah Leluhur berarti kembali ke ","penulis":"I Ngurah Suryawan","penerbit":"Basabasi","isbn":"978-623-305-477-5","eisbn":"tidak tersedia","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/dd965c7975a5622bbde30227ae5245fb.webp","harga_dasar":"120000","formatted_harga_dasar":"120,000","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"120000","formatted_harga_akhir":"120,000","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-20 01:00:57","rating":"0"},"cache":"write"}