{"code":200,"msg":"OK","clientId":"","data":{"kode_konten":"BK100072","kode_penerbit":"1218","kode_penulis":"62541","kode_supplier":"348","tipe_konten":"ebook","judul":"Kesalehan Digital","sinopsis":"\"Kejahatan terjadi di mana-mana, termasuk di dunia digital. Fitnah ada di mana-mana,\r\ntermasuk di dunia digital. Kekejaman ada di mana-mana, pun di dunia digital. Buku\r\nKesalehan Digital karya Edy M. Yakub ini, menjadi embun yang sejuk di tengah\r\nsemuanya itu...\"\r\n-- H. Dahlan Iskan.\r\nTokoh pers\/DI's Way\/Jawa Pos\/mantan Menteri BUMN\r\n\r\n\u201cSekarang, kita sedang sakit, memasuki wilayah siber digital tidak membekali diri dengan\r\nwisdom digital era, sehingga kita terjebak digital primitive culture, memanfaatkan era digital\r\nsecara primitif. Ciri khasnya, mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan, membunuh karakter\r\nmanusia, jauh dari kebenaran, sehingga seenaknya sendiri, karena itu kita perlu membekali\r\ndiri dengan baik (wisdom digital era). Nah, buku karya Edy M. Yakub ini adalah salah satu\r\nbekal itu\u201d.\r\n--Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA.\r\n?Mantan Ketua Dewan Pers\/Menkominfo\/Mendikbud\/ITS\r\n\r\n\"Fenomena ujaran kebencian dan perundungan sudah menjadi trend global, yang terus\r\nmeningkat. Anonimitas di platform media sosial menyebabkan banyak orang merasa aman\r\nsaat menghujat, menghina, dan mencaci maki dengan berdalih sebagai bentuk kritik.\r\nParahnya, komentar negatif tersebut dilakukan demi mendapatkan like, terlihat keren, atau\r\nmengikuti tren, tanpa mengetahui apa inti permasalahannya. Maka dari itu, masyarakat harus\r\nterus diedukasi, bagaimana cara menggunakan media sosial dengan bijak dan bertanggung\r\njawab. Disinilah buku Kesalehan Digital oleh Edy M. Yakub ini menjadi penting bahwa\r\nbatasan-batasan dalam berpendapat atau berekspresi itu perlu untuk menghormati, bukan\r\nbebas untuk menyalahkan\"\r\n--Hj. Khofifah Indar Parawansa.\r\nGubernur Jawa Timur\/mantan Mensos\/mantan Jubir Gus Dur\r\n\r\n\u201cTantangan merawat harmoni adalah kabar bohong dan (ujaran) permusuhan, yang hanya\r\ndemi kekuasaan (lima tahunan). Kita butuh pemimpin yang mau meninggalkan kebencian\r\ndan permusuhan (hanya untuk menang-kalah), dan mau menatap Indonesia Emas 2045\u201d\r\n--Ning Hj. Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid.\r\n?Psikolog\/UGM\/Putri sulung Gus Dur","penulis":"Edy M Yakub","penerbit":"CAMPUSTAKA","isbn":"978-623-88180-2-0","eisbn":"-","preview":"pdf-sample.pdf","cover":"https:\/\/kubuku.id\/prod\/img\/cover\/295193214080af8c41ede9c9526a423d.webp","harga_dasar":"11500","formatted_harga_dasar":"11,500","diskon_persen":0,"diskon_maks":0,"harga_akhir":"11500","formatted_harga_akhir":"11,500","jumlah":0,"terpakai":0,"tgl_akhir":"2026-05-22 12:15:19","rating":"0"},"cache":"write"}